finansial

Pelemahan Rupiah Bikin Harga di Desa Naik Meski Warga Tak Pernah Bertransaksi Dolar AS Secara Langsung

Senin, 18 Mei 2026 | 10:30 WIB
Aktivitas pasar tradisional di desa yang mulai merasakan tekanan kenaikan harga akibat pelemahan rupiah terhadap Dolar AS. (Dok. Kreasi Dola AI)

Kenaikan kurs otomatis meningkatkan biaya produksi korporasi, lalu diteruskan ke distributor hingga pedagang eceran di desa.

“Efeknya memang tidak langsung, tetapi transmisi harga akan terasa bertahap pada konsumen akhir,” kata Bhima.

Baca Juga: CBA Soroti Kasus 28 Korporasi Sumatera, Akankah Polri Buka Progres Pengusutan Dugaan Kerusakan Lingkungan

Barang seperti pupuk, pestisida, pakan ternak, obat-obatan, hingga perangkat elektronik menjadi komoditas paling sensitif terhadap pelemahan rupiah.

Biaya distribusi juga ikut meningkat karena sektor transportasi masih terpengaruh fluktuasi harga energi global.

Petani Menanggung Beban Ganda Saat Biaya Produksi Naik

Kelompok paling rentan terhadap pelemahan rupiah adalah petani dan pelaku usaha mikro pedesaan.

Baca Juga: Prabowo Minta Publik Tetap Tenang Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen Jadi Sinyal Ketahanan Nasional Hadapi Tekanan Global

Mereka menghadapi kenaikan biaya produksi ketika harga pupuk, benih, dan sarana pertanian meningkat.

Di sisi lain, harga jual hasil panen tidak selalu bergerak naik dalam waktu bersamaan, ketimpangan itu membuat margin keuntungan petani semakin menipis.

Situasi serupa pernah terjadi pada periode tekanan kurs 2024 hingga 2025, saat itu biaya input pertanian meningkat lebih cepat dibanding kenaikan harga gabah di tingkat petani.

Baca Juga: Kasus PT AKT Memanas, Kejagung Tahan Pemilik PT CBU Usai Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Batu Bara

Kondisi tersebut menekan daya beli rumah tangga desa secara signifikan.

Stabilitas Makro Belum Tentu Menenangkan Konsumen Daerah

Secara nasional, indikator ekonomi memang menunjukkan ketahanan tertentu melalui cadangan devisa dan pertumbuhan konsumsi domestik.

Namun tekanan harga di tingkat akar rumput tetap menjadi tantangan nyata.

Baca Juga: Kontainer Misterius dì Tanjung Mas Disita KPK, Apa Kaitannya dengan Kasus Korupsi Importasi Ditjen Bea Cukai

Halaman:

Tags

Terkini