Pertumbuhan tersebut turut didorong peningkatan fungsi intermediasi dan ekspansi pembiayaan syariah yang melonjak signifikan sepanjang tahun lalu.
Penyaluran pembiayaan Bank BSN mencapai Rp54,87 triliun pada 2025 atau meningkat 4.083,8% dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp1,31 triliun.
Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga atau DPK tercatat mencapai Rp58,73 triliun atau tumbuh 4.206,5% secara tahunan.
Pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib juga naik menjadi Rp2,73 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp224,8 miliar.
Strategi Digital Jadi Fokus Pengembangan Ekosistem Syariah Modern Nasional
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyampaikan pencapaian itu merupakan hasil dukungan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder,” kata Alex Sofjan Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 6/5/2026.
Ia mengatakan dukungan BTN sebagai induk usaha menjadi motor utama penguatan performa dan ekspansi layanan Bank BSN sepanjang 2025.
Menurut Alex, perseroan akan memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah melalui inovasi layanan digital yang lebih terintegrasi.
Baca Juga: Panda Bond Indonesia Jadi Sorotan, Strategi Baru Kurangi Dominasi Dolar AS dalam Pembiayaan Nasional
“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded,” ujar Alex Sofjan Noor.
Seluruh layanan perbankan nantinya akan disambungkan secara digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah nasional.
Jaringan Nasional Bank BSN Perkuat Literasi Keuangan Syariah Indonesia
Bank BSN juga memperluas penguatan layanan dengan membangun jaringan operasional yang terintegrasi bersama BTN sebagai induk usaha perseroan.
Baca Juga: Panda Bond Indonesia Jadi Sorotan, Strategi Baru Kurangi Dominasi Dolar AS dalam Pembiayaan Nasional