energi

BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak Dunia, Ini Penjelasan Lengkap Kebijakan Energi Pemerintah Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 23:50 WIB
Harga Dexlite dan Pertamina Dex ikut melonjak seiring dinamika harga minyak global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Instagram @bahlillahadalia)

Saat ini, rata-rata ICP periode Januari hingga 20 April 2026 berada di kisaran 76 Dolar AS per barel, sehingga masih aman dari tekanan kenaikan harga subsidi.

Pertamax dan BBM Lainnya Masih Ditahan Demi Stabilitas Konsumen

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah masih mempertahankan harga Pertamax di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green di Rp12.900 per liter.

Baca Juga: Reformasi Regulasi Investasi Jadi Kunci, RI Targetkan Lonjakan Realisasi dan Dampak Ekonomi Lebih Besar

Selain itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter tanpa perubahan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian harga energi global.

Fluktuasi Harga Minyak Dunia Jadi Penentu Kebijakan Energi Nasional

Harga minyak dunia sempat menyentuh level tinggi di atas 100 Dolar AS per barel sebelum akhirnya turun ke kisaran saat ini.

Baca Juga: Transformasi Ekonomi Indonesia Dipercepat, Bank Dunia dan IMF Beri Sinyal Dukungan Kuat untuk Reformasi

Pergerakan ini menjadi indikator utama dalam menentukan kebijakan energi nasional, khususnya terkait harga BBM nonsubsidi.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau dinamika global untuk memastikan kebijakan harga tetap adaptif dan tidak membebani masyarakat secara berlebihan.****

 

Halaman:

Tags

Terkini