Kondisi tersebut membuat emiten tambang besar semakin menjadi pilihan utama investor institusi internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Tren Transisi Energi Dorong Perebutan Aset Pertambangan Strategis Dunia
Lonjakan investasi kendaraan listrik dan energi hijau turut meningkatkan kebutuhan mineral penting di berbagai negara industri dunia.
BlackRock melihat permintaan terhadap komoditas strategis diperkirakan terus tumbuh seiring percepatan transisi energi global hingga dekade mendatang.
Evy Hambali menyebut investor kini tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan rantai pasok mineral dunia.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
“Permintaan mineral strategis akan tetap tinggi karena transisi energi membutuhkan pasokan yang besar dan berkelanjutan,” ujar Evy Hambali.
Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan korporasi tambang global mulai meningkatkan investasi pada proyek nikel dan tembaga di berbagai kawasan.
Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian investor karena memiliki cadangan nikel terbesar untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dunia.
Investor Institusi Global Kini Fokus Pada Stabilitas Dan Tata Kelola
BlackRock menilai tata kelola korporasi kini menjadi faktor utama yang menentukan keputusan investasi investor institusi global.
Korporasi pertambangan besar dianggap memiliki standar keberlanjutan dan transparansi lebih baik dibandingkan korporasi berskala kecil.
Selain faktor produksi, investor juga mempertimbangkan kemampuan korporasi menjalankan praktik lingkungan dan sosial secara konsisten.
Tren tersebut membuat persaingan sektor pertambangan global semakin ketat di tengah perebutan investasi mineral strategis dunia.
Artikel Terkait
Seleksi Ketat P3MD Saring 6.000 Peserta Jadi Pemimpin Masa Depan BUMN Pilihan Pemerintah Indonesia
Diplomasi Dagang Indonesia dngan Tiongkok Fokus Perkuat Rantai Pasok Global Strategis Nasional Tahun 2026
Diskusi Paramadina Bahas Kritik The Economist Terhadap Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini
Kemendag Bocorkan Lima Fokus Revisi E-Commerce untuk Lindungi UMKM dan Konsumen Digital Indonesia
Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini
Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger
Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Meski BI Rate Naik, Pasar Mulai Khawatir Dampak Ekonomi Nasional
Purbaya Heran Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS Meski Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat Stabil
300 Titik Tambang Emas Ilegal Sumbar Bertahan Karena Cadangan Aluvial Dinilai Masih Sangat Melimpah