Beberapa posisi awal yang disasar adalah kepala badan strategis, sebelum akhirnya menyentuh kementerian teknis dan koordinator.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meminimalkan gangguan operasional di sektor-sektor vital pemerintahan.
Selain itu, pola bertahap memberi ruang adaptasi bagi pejabat baru dalam memahami agenda kerja yang telah berjalan.
Publik kini menanti apakah pendekatan ini mampu meningkatkan efektivitas koordinasi lintas sektor pemerintahan.
Nama Pejabat yang Beredar Memicu Spekulasi Arah Kebijakan Pemerintah
Sejumlah nama mulai beredar luas, termasuk tokoh seperti
M. Qodari dikabarkan menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom).
Baca Juga: Kasus Korupsi Sritex Rp1,3 Triliun, Jaksa Tuntut Eks Direksi 16 Tahun Penjara di Pengadilan Tipikor
Jend. TNI (Purn) Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan posisi M. Qodari.
Angga Raka Prabowo menjasi Menteri Komunikasi dan Digital, sebelumnya menjabat Kepala Bakom dan Wamen Komdigi.
Meutya Hafid menjadi Menteri Pariwisata menggantikan Widiyanti Putri Wardhana. Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Baca Juga: Mengapa Rupiah Melemah Saat Ekonomi Indonesia Kuat, Penjelasan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terbaru
Kemudian, Abdul Kadir Karding dikabarkan menjadi Kepala Badan Karantina Nasional.
Pengamat menilai bahwa komposisi kabinet baru akan mencerminkan prioritas Presiden dalam mempercepat program strategis nasional.
Selain itu, masuknya figur baru dinilai dapat membawa pendekatan berbeda dalam pengambilan keputusan kebijakan publik.
Baca Juga: Suara Tembakan di Gedung Putih Picu Evakuasi Donald Trump dalam Acara Jurnalis Resmi Washington