THE BOTTOM LINE:
- Rupiah dinilai menjadi penyangga utama tekanan ekonomi ketika inflasi dan harga energi domestik tetap dijaga stabil.
- Ekonom melihat pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor global dan penyesuaian kebijakan ekonomi nasional.
- Koordinasi fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pasar terhadap rupiah Indonesia.
BISNISNEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah saat ini benar-benar menandakan ekonomi Indonesia sedang bermasalah?
Mengapa nilai tukar menjadi pihak yang paling banyak menanggung tekanan ketika inflasi dan harga energi justru dijaga tetap stabil oleh pemerintah?
Rupiah Jadi Penahan Guncangan Ekonomi, Ekonom Ungkap Beban Berat yang Sedang Ditanggung Kurs
Baca Juga: Harga TBS Sawit Turun, Pemerintah Ancam Cabut Izin PKS Nakal Jika Langgar Ketentuan Harga Nasional
Pelemahan rupiah yang terus menjadi perhatian pasar dinilai bukan semata-mata mencerminkan melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.
Melainkan menunjukkan besarnya tekanan ekonomi yang sedang diserap oleh nilai tukar.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyebut rupiah saat ini berperan sebagai penyangga utama berbagai tekanan ekonomi yang muncul akibat dinamika global dan kebijakan domestik.
Rupiah Menjadi Penampung Utama Berbagai Tekanan Ekonomi Nasional
Menurut Fakhrul Fulvian, kondisi rupiah saat ini berada dalam fase overshooting yang membuat pelemahan kurs bergerak lebih dalam dibandingkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.
Ia menjelaskan pasar keuangan tidak hanya memperhatikan data ekonomi terkini, tetapi juga menilai arah kebijakan serta kredibilitas respons pemerintah dan otoritas moneter.
“Pasar keuangan tidak hanya membaca data hari ini. Pasar membaca arah kebijakan, kredibilitas respons, dan kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang sangat cepat,” ujar Fakhrul.
Baca Juga: Kasus PT Musim Mas Jadi Sorotan, Transparansi Penegakan Hukum Lingkungan Sawit Dipertanyakan Publik
Fakhrul menilai sebagian tekanan ekonomi yang seharusnya tersebar ke berbagai sektor kini lebih banyak terserap melalui nilai tukar rupiah.