Pernyataan itu disampaikan setelah IHSG mengalami tekanan tajam usai pengumuman pembentukan badan pengelola ekspor nasional.
Investor Cemas Intervensi Negara Ganggu Mekanisme Perdagangan Komoditas Strategis
Meski pemerintah menilai kebijakan tersebut positif, pasar melihat munculnya potensi ketidakpastian baru terhadap sektor komoditas nasional.
Pelaku pasar khawatir pengawasan ekspor berlebihan dapat memperpanjang rantai birokrasi perdagangan dan memengaruhi fleksibilitas korporasi eksportir.
Kekhawatiran tersebut muncul karena detail teknis operasional badan baru belum sepenuhnya dijelaskan kepada publik dan investor.
Pasar juga mempertanyakan mekanisme penetapan harga, pengawasan transaksi, serta hubungan lembaga baru dengan eksportir swasta.
Situasi itu memicu aksi jual besar pada saham berbasis komoditas dan sektor yang berkaitan dengan ekspor nasional.
Dalam perdagangan Kamis, (21/05/2026) IHSG tercatat melemah hingga 3,67 persen sebelum menutup sesi perdagangan di bawah level 6.100.
Gejolak Pasar Dinilai Berkaitan dengan Sentimen Lama Bursa Indonesia
Tekanan terhadap IHSG sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat berbagai sentimen domestik dan global.
Sebelumnya, pasar juga sempat bergejolak setelah muncul sorotan mengenai transparansi pasar modal Indonesia dari lembaga indeks global MSCI.
Kondisi tersebut membuat investor asing semakin sensitif terhadap kebijakan baru yang berkaitan dengan tata kelola ekonomi nasional.
Analis pasar menilai ketidakpastian regulasi masih menjadi faktor utama yang memengaruhi aliran modal asing ke Indonesia.