energi

Investor Global Incar Korporasi Tambang Jumbo Saat Permintaan Mineral Strategis Dunia Terus Meningkat

Jumat, 29 Mei 2026 | 19:00 WIB
Aktivitas pertambangan mineral strategis menjadi perhatian investor global di tengah meningkatnya kebutuhan energi hijau dunia saat ini. (Dok. Kreasi Dola AI)

Kondisi tersebut membuat emiten tambang besar semakin menjadi pilihan utama investor institusi internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger

Tren Transisi Energi Dorong Perebutan Aset Pertambangan Strategis Dunia

Lonjakan investasi kendaraan listrik dan energi hijau turut meningkatkan kebutuhan mineral penting di berbagai negara industri dunia.

BlackRock melihat permintaan terhadap komoditas strategis diperkirakan terus tumbuh seiring percepatan transisi energi global hingga dekade mendatang.

Evy Hambali menyebut investor kini tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan rantai pasok mineral dunia.

Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional

“Permintaan mineral strategis akan tetap tinggi karena transisi energi membutuhkan pasokan yang besar dan berkelanjutan,” ujar Evy Hambali.

Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan korporasi tambang global mulai meningkatkan investasi pada proyek nikel dan tembaga di berbagai kawasan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian investor karena memiliki cadangan nikel terbesar untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dunia.

Baca Juga: Rp100 Miliar APBN untuk Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan Publik Jelang Distribusi Kurban Nasional Tahun Ini

Investor Institusi Global Kini Fokus Pada Stabilitas Dan Tata Kelola

BlackRock menilai tata kelola korporasi kini menjadi faktor utama yang menentukan keputusan investasi investor institusi global.

Korporasi pertambangan besar dianggap memiliki standar keberlanjutan dan transparansi lebih baik dibandingkan korporasi berskala kecil.

Selain faktor produksi, investor juga mempertimbangkan kemampuan korporasi menjalankan praktik lingkungan dan sosial secara konsisten.

Baca Juga: Diplomasi Dagang Indonesia dngan Tiongkok Fokus Perkuat Rantai Pasok Global Strategis Nasional Tahun 2026

Tren tersebut membuat persaingan sektor pertambangan global semakin ketat di tengah perebutan investasi mineral strategis dunia.

Halaman:

Tags

Terkini