energi

Ketergantungan Impor LPG Tinggi, Pemerintah Kaji DME dan CNG Sebagai Solusi Energi Nasional Masa Depan

Selasa, 28 April 2026 | 20:00 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terus mengkaji energi alternatif seperti DME dan CNG untuk mengurangi ketergantungan impor LPG nasional yang masih tinggi setiap tahun. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

Menurut Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, penggunaan CNG memerlukan teknologi kompresi tinggi antara 250 hingga 400 bar agar dapat digunakan secara efektif oleh masyarakat.

Tantangan Produksi LPG Domestik dan Keterbatasan Bahan Baku Industri

Keterbatasan bahan baku seperti komponen C3 dan C4 menjadi hambatan utama dalam meningkatkan produksi LPG domestik secara signifikan.

Baca Juga: Indonesia Terdampak Perubahan Indeks J.P. Morgan, Saat Arab Saudi Filipina Masuk Pasar Obligasi Global

Bahlil Lahadalia menyebut kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan konversi minyak tanah ke LPG pada masa lalu yang belum diimbangi produksi nasional.

Pemerintah kini terus melakukan kajian mendalam untuk mencari kombinasi solusi terbaik guna mengurangi tekanan impor energi.

Ketahanan Energi Nasional Tetap Stabil di Tengah Geopolitik Global

Di tengah ketegangan geopolitik global, pemerintah memastikan kondisi energi nasional tetap dalam batas aman dan terkendali.

Baca Juga: Reformasi Free Float Indonesia Diakui MSCI, Ini Momentum Baru Masuknya Investasi Asing Besar Ke Pasar Saham

Bahlil Lahadalia menyatakan stok bahan bakar minyak seperti solar dan bensin berada di atas standar minimum nasional.

“Dari seluruh aspek, alhamdulillah semuanya berada di atas standar minimum nasional,” kata Bahlil Lahadalia terkait laporan kondisi energi kepada Presiden.

Sebagai konteks, isu ketahanan energi menjadi perhatian global seiring dinamika di Timur Tengah, termasuk kawasan Selat Hormuz yang berpengaruh pada distribusi energi dunia.****

Halaman:

Tags

Terkini