energi

Transisi Energi Indonesia Dipercepat, PLTS 100 Gigawatt Jadi Solusi Pengganti Pembangkit Diesel Nasional

Rabu, 22 April 2026 | 23:29 WIB
Target instalasi PLTS 17 gigawatt menjadi bagian penting strategi energi bersih Indonesia. Mendikti Saintek, Brian Yuliarto. (Dok. Instagram @brian_yuliarto)

“Dari perhitungan bersama Kementerian ESDM, PLN, dan para ahli perguruan tinggi, kira-kira 17 giga bisa dilakukan instalasi PLTS,” jelas Brian Yuliarto.

Kolaborasi Pemerintah, Korporasi dan Akademisi Dorong Realisasi Program Energi Bersih

Proyek ini melibatkan kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta akademisi untuk memastikan perencanaan berbasis data dan teknologi yang tepat.

Baca Juga: Kelompok Anti Korupsi Soroti Tambang Emas Banyuwangi Terkait Zona Konservasi dan Dugaan Konflik Kepentingan

Pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci untuk mempercepat implementasi sekaligus menjaga efisiensi dan keberlanjutan proyek energi bersih nasional.

Brian menyebut seluruh implementasi proyek akan berada di bawah koordinasi PLN sebagai pelaksana utama di lapangan.

Latar Belakang Transisi Energi Indonesia Menuju Net Zero Emission Nasional

Upaya percepatan PLTS ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam transisi energi dan target pengurangan emisi karbon jangka panjang menuju net zero emission.

Baca Juga: Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi

Sebelumnya, pemerintah juga telah mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai proyek, termasuk pembangkit hidro dan panas bumi.

Langkah percepatan PLTS dinilai penting karena pembangkit diesel memiliki biaya operasional tinggi dan dampak lingkungan yang signifikan.****

Halaman:

Tags

Terkini