Warga Minta Operasi Tambang Dihentikan Sementara Waktu Segera
Dalam aduan tersebut, warga meminta lima lembaga negara membentuk tim investigasi gabungan untuk mengaudit kepatuhan izin lingkungan dan AMDAL korporasi.
Warga juga mendesak penghentian sementara operasi tambang hingga proses investigasi lingkungan dan hak asasi manusia selesai dilakukan pemerintah.
Selain itu, masyarakat meminta pemulihan lingkungan, pemulihan mata pencaharian warga, serta pemberian kompensasi bagi masyarakat terdampak banjir dan pencemaran.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Meski Razia Berulang Terus Aparat Penegak Hukum
Warga turut meminta aparat keamanan menghentikan dugaan pembungkaman terhadap masyarakat yang menyuarakan dampak industri nikel di Desa Kawasi dan Soligi.
“Harapan besar mereka digantungkan kepada lembaga negara yang menerima aduan mereka agar dapat bekerja objektif demi tegaknya kemanusiaan dan kelestarian alam,” ujar Nurhayati.****
Artikel Terkait
BI Rate Naik Tetapi Rupiah Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Soroti Risiko Ekonomi Indonesia
Rupiah Tembus Rp17.795 per Dolar AS, Purbaya Sebut Kondisi Pasar Keuangan Nasional Tidak Masuk Akal
Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Meski Razia Berulang Terus Dilakukan Aparat Penegak Hukum
Investor Global Incar Korporasi Tambang Jumbo Saat Permintaan Mineral Strategis Dunia Terus Meningkat
PP INTI Beri Beasiswa Cathlyn dan Meivy Saat Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Jadi Sorotan Nasional
Kemenkeu Kantongi 10 Korporasi Sawit Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO, Kejagung Mulai Dalami Kasus Besar
Kasus PT Musim Mas Jadi Sorotan, Transparansi Penegakan Hukum Lingkungan Sawit Dipertanyakan Publik
Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit Wilmar dan Musim Mas, Begini Respons Resmi Korporasi
Harga TBS Sawit Turun, Pemerintah Ancam Cabut Izin PKS Nakal Jika Langgar Ketentuan Harga Nasional
Rupiah Jadi Penyangga Tekanan Ekonomi Nasional, Ekonom Ungkap Penyebab Pelemahan Kurs yang Terjadi Saat Ini