• Kamis, 4 Juni 2026

Warga Pulau Obi Laporkan Harita Group ke Jakarta Usai Banjir Tambang Nikel Terus Berulang Setiap Bulan

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:14 WIB
Warga Desa Kawasi, Pulau Obi, melaporkan dugaan dampak tambang nikel Harita Group ke lima lembaga negara di Jakarta terkait banjir dan pencemaran lingkungan. (Dok. Jatam.org)
Warga Desa Kawasi, Pulau Obi, melaporkan dugaan dampak tambang nikel Harita Group ke lima lembaga negara di Jakarta terkait banjir dan pencemaran lingkungan. (Dok. Jatam.org)

Warga Minta Operasi Tambang Dihentikan Sementara Waktu Segera

Dalam aduan tersebut, warga meminta lima lembaga negara membentuk tim investigasi gabungan untuk mengaudit kepatuhan izin lingkungan dan AMDAL korporasi.

Warga juga mendesak penghentian sementara operasi tambang hingga proses investigasi lingkungan dan hak asasi manusia selesai dilakukan pemerintah.

Selain itu, masyarakat meminta pemulihan lingkungan, pemulihan mata pencaharian warga, serta pemberian kompensasi bagi masyarakat terdampak banjir dan pencemaran.

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Meski Razia Berulang Terus Aparat Penegak Hukum

Warga turut meminta aparat keamanan menghentikan dugaan pembungkaman terhadap masyarakat yang menyuarakan dampak industri nikel di Desa Kawasi dan Soligi.

“Harapan besar mereka digantungkan kepada lembaga negara yang menerima aduan mereka agar dapat bekerja objektif demi tegaknya kemanusiaan dan kelestarian alam,” ujar Nurhayati.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini