ekonomi

Menkeu Ungkap Strategi Jaga Fondasi Ekonomi Saat Ancaman Global Kian Menguat pada Tahun 2026

Kamis, 4 Juni 2026 | 08:46 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan strategi pemerintah menjaga fondasi ekonomi Indonesia agar tetap kuat menghadapi ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026. (Dok. Instagram @menkeuri)

Delapan Agenda Prioritas Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru

Kebijakan fiskal 2026 diarahkan untuk memperkuat delapan agenda utama pembangunan nasional yang mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, penguatan UMKM, pertahanan, dan investasi.

Program Makan Bergizi Gratis, penguatan sekolah unggulan, koperasi desa, serta percepatan investasi menjadi bagian penting strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Mendekati Rp18.000, Mengapa Kepercayaan Investor Indonesia Kini Jadi Sorotan Utama

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif namun terukur dengan defisit APBN sekitar 2,48 persen hingga 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

APBN Tetap Jadi Tameng Menghadapi Ketidakpastian Dunia

Sebagai latar belakang, berbagai lembaga internasional sebelumnya menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global akibat meningkatnya tensi perdagangan dan perlambatan ekonomi sejumlah negara utama.

Dalam situasi tersebut, pemerintah menegaskan APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga: Prabowo Minta Pemerintah Jujur, Pertumbuhan Ekonomi Harus Terasa Langsung oleh Seluruh Lapisan Rakyat

Langkah memperkuat fondasi ekonomi dinilai penting agar Indonesia tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan menuju target jangka panjang Indonesia Maju 2045.****

Halaman:

Tags

Terkini