Keduanya mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 8,5 persen dan 6,0 persen secara tahunan, menunjukkan keseimbangan sumber investasi.
Sebaran Investasi Jawa dan Luar Jawa Tunjukkan Pemerataan Pembangunan Nasional
Realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp251,3 triliun atau 50,4 persen dari total investasi nasional.
Sementara investasi di Pulau Jawa tercatat Rp247,5 triliun atau 49,6 persen, dengan pertumbuhan masing-masing 6,5 persen dan 7,9 persen.
Data ini mengindikasikan pemerataan investasi yang semakin kuat sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional berbasis wilayah.
Hilirisasi dan Sektor Industri Jadi Penggerak Utama Investasi Awal Tahun
Sektor industri logam dasar dan turunannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp69,4 triliun.
Disusul sektor jasa lainnya Rp64,2 triliun, pertambangan Rp51,9 triliun, serta perumahan dan kawasan industri Rp48,0 triliun.
Rosan Perkasa Roeslani menyebut investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total investasi, meningkat 8,2 persen secara tahunan.
Sebagai latar belakang, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan daya saing industri nasional.****