THE BOTTOM LINE:
- Realisasi investasi Indonesia Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen tahunan dan mencerminkan stabilitas ekonomi nasional.
- Penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang, meningkat 18,9 persen, menunjukkan dampak nyata investasi terhadap ekonomi masyarakat.
- Kontribusi hilirisasi sebesar Rp147,5 triliun memperkuat strategi peningkatan nilai tambah industri nasional
BISNISNEWS.COM - Apakah laju investasi Indonesia di awal 2026 cukup kuat menopang target ambisius tahunan pemerintah?
Bagaimana peran hilirisasi dan sebaran investasi dalam menciptakan lapangan kerja yang merata di seluruh wilayah?
Realisasi Investasi Awal Tahun Tunjukkan Stabilitas dan Pertumbuhan Moderat Nasional
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Secara kuartalan, angka ini meningkat tipis 0,4 persen dibandingkan Triwulan IV 2025, menandakan stabilitas pertumbuhan investasi nasional di awal tahun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan capaian tersebut setara 24,4 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat Signifikan Dorong Dampak Ekonomi Nyata Nasional
Realisasi investasi tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 706.569 orang sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Rosan Perkasa Roeslani, peningkatan penyerapan tenaga kerja mencerminkan kualitas investasi yang semakin berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Komposisi Investasi Asing dan Domestik Relatif Seimbang dan Kompetitif Nasional
Investasi Penanaman Modal Asing mencapai Rp250,0 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi investasi Triwulan I 2026.
Baca Juga: Mengapa Selat Malaka Jadi Jalur Perdagangan Global Paling Vital dan Diperebutkan Sejak Berabad Lalu
Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri tercatat sebesar Rp248,8 triliun atau setara 49,9 persen dari total investasi nasional.