ekonomi

Realisasi Investasi Indonesia Triwulan I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional

Kamis, 23 April 2026 | 15:08 WIB
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan capaian investasi awal 2026 yang telah mencapai 24,4 persen dari target tahunan pemerintah. (Facebook.com @Rosan Roeslani)

Keduanya mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 8,5 persen dan 6,0 persen secara tahunan, menunjukkan keseimbangan sumber investasi.

Sebaran Investasi Jawa dan Luar Jawa Tunjukkan Pemerataan Pembangunan Nasional

Realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp251,3 triliun atau 50,4 persen dari total investasi nasional.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dipicu Geopolitik, DPR Desak Pemerintah Jelaskan Dampak dan Strategi Mitigasi

Sementara investasi di Pulau Jawa tercatat Rp247,5 triliun atau 49,6 persen, dengan pertumbuhan masing-masing 6,5 persen dan 7,9 persen.

Data ini mengindikasikan pemerataan investasi yang semakin kuat sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional berbasis wilayah.

Hilirisasi dan Sektor Industri Jadi Penggerak Utama Investasi Awal Tahun

Sektor industri logam dasar dan turunannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp69,4 triliun.

Baca Juga: Proyek PLTS Nasional Digenjot, Pemerintah Targetkan Pengurangan Diesel Dan Tambahan Energi Surya Signifikan

Disusul sektor jasa lainnya Rp64,2 triliun, pertambangan Rp51,9 triliun, serta perumahan dan kawasan industri Rp48,0 triliun.

Rosan Perkasa Roeslani menyebut investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total investasi, meningkat 8,2 persen secara tahunan.

Sebagai latar belakang, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan daya saing industri nasional.****

Halaman:

Tags

Terkini