Komitmen Investasi Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok Capai Signifikan
Data yang dihimpun menunjukkan komitmen investasi dari Jepang mendekati Dolar AS 30 miliar, sementara Korea Selatan sekitar Dolar AS 10 miliar.
Selain itu, investasi dari Tiongkok disebut tetap tinggi dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia tetap kompetitif dalam menarik investasi global di tengah tekanan ekonomi dunia.
Rosan menilai tren ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai stabil dan prospektif.
Target Investasi Nasional Naik Tajam falam Lima Tahun Mendatang
Pemerintah menargetkan realisasi investasi nasional periode 2025–2029 mencapai lebih dari Rp13.000 triliun.
Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode 2014–2024 yang mencapai sekitar Rp9.100 triliun.
Rosan menyatakan peningkatan target tersebut tetap realistis dengan mempertimbangkan tren minat investor global yang masih kuat.
“Kami berharap target-target tersebut masih dapat tercapai dan tren positif ini terus terjaga,” kata Rosan.
Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Faktor Utama Daya Tarik Investasi
Latar belakang tren positif ini tidak lepas dari stabilitas ekonomi Indonesia yang relatif terjaga di tengah dinamika global.
Sejumlah laporan media sebelumnya menunjukkan Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di Asia Tenggara.
Selain itu, kebijakan hilirisasi dan reformasi investasi juga dinilai memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor global.
Dengan kombinasi stabilitas, pasar besar, dan kebijakan pro-investasi, Indonesia dinilai masih menjadi primadona investasi internasional saat ini.****