• Kamis, 4 Juni 2026

IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:05 WIB
Perdagangan IHSG mencerminkan fluktuasi tajam akibat reaksi investor terhadap pernyataan pejabat dan dinamika ekonomi global terkini. Menkeu Purbaya. (Dok. Instagram @@menkeuri)
Perdagangan IHSG mencerminkan fluktuasi tajam akibat reaksi investor terhadap pernyataan pejabat dan dinamika ekonomi global terkini. Menkeu Purbaya. (Dok. Instagram @@menkeuri)

Dalam praktik global, kredibilitas komunikasi pejabat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap suatu negara.

Baca Juga: ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi

Strategi Komunikasi Berbasis Data Jadi Kunci Menahan Noise Ekonomi

Pemerintah didorong untuk memperkuat komunikasi berbasis data guna menghadapi meningkatnya “noise” ekonomi yang berkembang cepat.

Penyediaan indikator ekonomi harian seperti konsumsi listrik industri dan penjualan ritel dinilai mampu memberikan gambaran kondisi riil.

Langkah ini penting untuk membedakan antara sentimen jangka pendek dan fundamental ekonomi yang sebenarnya tetap stabil.

Baca Juga: Bos JPMorgan Ingatkan Krisis Obligasi Global, Dampaknya Bisa Tekan Ekonomi dan Stabilitas Pasar Internasional

Budi Purnomo Karjodihardjo yang juga praktisi media dan komunikasi menilai transparansi data dapat mempercepat pemulihan kepercayaan pasar terhadap Rupiah dan IHSG.

Ia menambahkan bahwa “pasar membutuhkan kepastian angka, bukan sekadar pernyataan normatif yang sulit diverifikasi secara cepat.”

Latar Belakang Global Perkuat Tekanan Rupiah dan Fluktuasi IHSG

Tekanan terhadap Rupiah tidak terlepas dari kondisi global seperti penguatan Dolar AS dan kebijakan suku bunga negara maju.

Baca Juga: Potensi Negara Keluar dari OPEC Meningkat, Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia dan Ekonomi Global

Sejumlah media internasional sebelumnya juga mencatat bahwa volatilitas mata uang negara berkembang meningkat seiring ketidakpastian ekonomi global.

Namun demikian, Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi stabil di atas rata-rata global dan neraca perdagangan yang relatif surplus.

Dikutip dari laman resminya Budipurnomo.com, ia menilai fundamental tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas jangka menengah.

Baca Juga: Laporan Penganiayaan Libatkan Mantan Istri Andre Taulany, Polisi Selidiki Bukti dan Keterangan Saksi Secara Mendalam

Ia menyimpulkan bahwa “tantangan utama saat ini bukan hanya ekonomi, tetapi bagaimana komunikasi mampu mengelola persepsi pasar secara efektif.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini