BPIP menegaskan seluruh peserta dipilih berdasarkan akumulasi nilai dan hasil verifikasi berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.
BPIP Tegaskan Proses Seleksi Paskibraka Nasional Berjalan Objektif dan Transparan
Direktur Penyelenggara Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi, membantah adanya diskriminasi dalam proses seleksi peserta asal Makassar tersebut.
Fuad menegaskan, seluruh tahapan seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan dilakukan sesuai mekanisme nasional dan melibatkan tim seleksi resmi.
“Pada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku,” kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
“Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,” lanjut Fuad.
Menurutnya, BPIP tetap mengedepankan profesionalisme dan objektivitas selama proses seleksi berlangsung di seluruh daerah Indonesia.
Penilaian Seleksi Tidak Hanya Berdasarkan Nilai Akademik Peserta Semata
Fuad menjelaskan, seleksi Paskibraka nasional tidak hanya melihat nilai akademik atau hasil tes wawasan kebangsaan peserta.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kemampuan teknis peserta selama seleksi berlangsung.
Baca Juga: Pemerintah Tunda Ekspor Lewat Danantara Hingga 2027 Demi Stabilitas Devisa dan Perdagangan Nasional
“Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja,” ujar Fuad.
“Melainkan memilih figur yang paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,” sambungnya.
BPIP juga menilai kemampuan kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris, kepribadian, hingga kesiapan mental setiap calon anggota Paskibraka.