THE BOTTOM LINE:
- BPIP menegaskan seleksi Paskibraka Sulsel berlangsung objektif meski isu diskriminasi Cathlyn Yvaine Lesmana viral luas.
- Kasus Paskibraka Sulsel memicu sorotan publik terkait transparansi seleksi dan dugaan peserta titipan menuju tingkat nasional.
- BPIP menyebut akumulasi nilai kesehatan, mental, disiplin, dan PBB menjadi faktor utama kelolosan peserta nasional.
BISNISNEWS.COM - Apakah peserta dengan nilai tinggi otomatis lolos menjadi anggota Paskibraka nasional?
Mengapa isu dugaan diskriminasi dalam seleksi Paskibraka Sulsel justru memicu perdebatan luas di media sosial dan mempertanyakan transparansi proses penilaian peserta?
Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah nama Cathlyn Yvaine Lesmana viral di media sosial.
Siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar itu disebut gagal melaju ke tingkat nasional meski dikabarkan meraih nilai seleksi tinggi selama tahapan penilaian berlangsung.
Kontroversi semakin meluas setelah muncul dugaan diskriminasi terhadap Cathlyn karena dianggap bukan berasal dari daerah lokal Sulawesi Selatan.
Isu tersebut memicu tudingan adanya peserta titipan hingga dugaan ketidakobjektifan dalam seleksi Paskibraka tingkat provinsi.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Pakar Unair Ungkap Strategi Aman Menjaga Keuangan Keluarga Produktif Indonesia
Dugaan Diskriminasi Peserta Paskibraka Sulsel Masih Jadi Sorotan Publik Nasional
Kasus Cathlyn sebelumnya ramai diperbincangkan publik setelah muncul narasi dugaan diskriminasi dalam proses seleksi tingkat provinsi Sulawesi Selatan.
Beberapa unggahan media sosial mempertanyakan alasan peserta dengan nilai tinggi justru gagal menjadi wakil Sulsel ke tingkat nasional.
Isu tersebut berkembang menjadi perdebatan publik terkait transparansi seleksi dan dugaan adanya peserta titipan dalam proses penentuan delegasi nasional.
Namun hingga kini, belum terdapat bukti resmi yang menunjukkan adanya pelanggaran prosedur atau diskriminasi dalam tahapan seleksi Paskibraka tersebut.