“Dia menyesal tidak bisa hadir,” ujar Molo, seperti dikutip The Verge.
Selama proses pemeriksaan sebelumnya, Musk beberapa kali terlihat emosional ketika menjawab pertanyaan tim hukum OpenAI.
Ia dinilai kesulitan mempertahankan sejumlah klaim, termasuk soal pengembangan artificial general intelligence di Tesla dan besaran dana yang pernah dikucurkan ke OpenAI.
Musk juga mengakui tidak membaca rinci dokumen restrukturisasi OpenAI yang dibagikan Altman.
Hakim Yvonne Gonzalez Rogers, yang memimpin perkara ini, bahkan sempat memerintahkannya berhenti mengomentari jalannya sidang melalui media sosial.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Nasional Lewat RDF dan PSEL untuk Menjawab Darurat Sampah
Konflik Lama OpenAI Kini Masuk Babak Penentuan
Perseteruan ini berakar dari gugatan Musk terhadap OpenAI yang menuding korporasi tersebut menyimpang dari misi awal sebagai organisasi nirlaba pengembang kecerdasan buatan untuk kepentingan publik.
Sebagai informasi latar, Musk merupakan salah satu pendiri OpenAI pada 2015 sebelum hengkang pada 2018 karena perbedaan arah strategi.
Sejak OpenAI menjalin kemitraan besar dengan Microsoft dan mempercepat komersialisasi AI generatif, kritik Musk terhadap arah korporasi itu semakin terbuka.
Kepergiannya ke Tiongkok di tengah sidang kini dinilai menambah tekanan hukum sekaligus memperkuat perhatian global terhadap konflik yang berpotensi memengaruhi peta industri AI dunia.****