Rosan mengatakan perlindungan kawasan pesisir sangat penting karena ancaman rob, penurunan muka tanah, dan abrasi terus meningkat.
Ia menegaskan proyek ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan peradaban pesisir yang menjadi tumpuan jutaan masyarakat.
Dalam beberapa pemberitaan sebelumnya, media arus utama menyoroti tingginya risiko banjir pesisir di Jakarta, Semarang, dan sejumlah kota Pantura akibat kombinasi penurunan tanah dan kenaikan muka laut.
Nelayan dan Ekosistem Pesisir Jadi Fokus Pengembangan Utama
Pemerintah menekankan proyek Giant Sea Wall tidak semata melindungi korporasi, kawasan industri, atau pusat bisnis nasional.
Rosan menegaskan terdapat kehidupan sosial, ekosistem pesisir, dan komunitas nelayan yang harus dijaga melalui proyek tersebut.
Ia menyebut ekosistem nelayan menjadi perhatian utama karena kelompok ini paling rentan terdampak perubahan kondisi pesisir.
Pengembangan kawasan juga akan mempertimbangkan keseimbangan ekologis agar perlindungan pesisir berjalan berdampingan dengan keberlanjutan lingkungan.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan pesisir modern yang mengintegrasikan infrastruktur dan konservasi.
Titik Ekonomi Baru Disiapkan di Sepanjang Koridor Giant Sea Wall
Pemerintah tengah merancang agar setiap segmen Giant Sea Wall mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru.
Rosan menjelaskan master plan pembangunan tidak hanya memuat konstruksi tanggul, tetapi juga titik pengembangan investasi produktif.
“Tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tetapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi dan investasi,” ujar Rosan.