finansial

Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:36 WIB
kebijakan Danantara membuka babak baru industri transportasi digital Indonesia. (Dok. danantaraindonesia.co.id)

Strategi Negara Kendalikan Platform Digital di Tengah Dominasi Asing

Masuknya Danantara ke saham aplikator ojol juga dilihat sebagai langkah strategis menghadapi dominasi investor global di sektor teknologi Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, korporasi teknologi besar dengan pendanaan asing mendominasi pasar ride-hailing nasional yang bernilai miliaran Dolar AS.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Bekasi Libatkan Taksi Green SM, Ini Tiga Pernyataan Resmi Korporasi Transportasi Publik Indonesia

Dengan kepemilikan saham, pemerintah berpotensi memiliki suara dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak luas pada masyarakat.

Latar Belakang Kebijakan Danantara dalam Investasi Ekonomi Digital Indonesia

Danantara sebelumnya dikenal sebagai entitas yang diproyeksikan untuk mengelola investasi strategis negara, termasuk pada sektor energi, infrastruktur, dan teknologi.

Baca Juga: ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi

Pemberitaan sebelumnya menyoroti peran Danantara sebagai instrumen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Masuknya ke sektor ojol mempertegas bahwa ekonomi digital kini menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.****

Halaman:

Tags

Terkini