• Kamis, 4 Juni 2026

IHSG Terendah Lima Tahun, Mengapa Investor Global Mulai Menjauhi Pasar Saham Indonesia Saat Ini?

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 4 Juni 2026 | 11:37 WIB
Layar perdagangan saham menampilkan pelemahan IHSG yang menyentuh level terendah lima tahun di tengah tekanan rupiah dan arus keluar modal asing. (Dok. Kreasi Dola AI)
Layar perdagangan saham menampilkan pelemahan IHSG yang menyentuh level terendah lima tahun di tengah tekanan rupiah dan arus keluar modal asing. (Dok. Kreasi Dola AI)

Meski demikian, Indonesia menghadapi tekanan tambahan akibat pelemahan rupiah yang memperbesar kekhawatiran investor terhadap risiko investasi jangka pendek.

Tata Kelola dan Kredibilitas Kebijakan Menjadi Perhatian

Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati sejumlah isu domestik yang dinilai memengaruhi persepsi risiko terhadap Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Tekanan Pasar Global Kini Semakin Mengkhawatirkan Investor

Sejumlah analis yang dikutip media arus utama menilai perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Fokus pasar mulai bergeser kepada aspek tata kelola, kepastian regulasi, serta kredibilitas kebijakan yang berpengaruh terhadap keputusan investasi jangka panjang.

Dalam penilaian tersebut disebutkan bahwa “pasar saat ini tidak lagi mempertanyakan kemampuan Indonesia untuk tumbuh, melainkan mempertanyakan kredibilitas Indonesia.”

Baca Juga: Evaluasi 1,5 Tahun Berujung Pergantian Kepala BGN, Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Sebagai Pengganti

Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya sensitivitas investor terhadap faktor non-ekonomi yang berpotensi memengaruhi arus modal asing.

Bursa Efek Indonesia Minta Investor Tetap Rasional

Di tengah gejolak pasar, Bursa Efek Indonesia mengimbau investor untuk tidak mengambil keputusan secara emosional.

Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, meminta pelaku pasar tetap berpegang pada fundamental korporasi yang menjadi tujuan investasi.

Baca Juga: Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Mengapa Dugaan Korupsi MBG dan Pengadaan Motor Listrik Disorot Publik Luas

“Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat,” ujar Jeffrey Hendrik.

Menurut Bursa Efek Indonesia, volatilitas tinggi masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Investor disarankan mengedepankan perspektif jangka panjang sambil mencermati perkembangan nilai tukar, arus modal asing, dan kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca Juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Mendekati Rp18.000, Mengapa Kepercayaan Investor Indonesia Kini Jadi Sorotan Utama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini