THE BOTTOM LINE:
- Program MBG harus tetap berjalan demi kepentingan publik meski kepercayaan masyarakat sedang mengalami tekanan serius.
- Evaluasi kepemimpinan BGN dinilai penting untuk memulihkan kredibilitas dan menjaga keberlanjutan program strategis nasional.
- Kepercayaan publik menjadi faktor kunci keberhasilan program sosial dengan dampak luas terhadap masyarakat Indonesia
BISNISNEWS.COM - Apakah kepercayaan publik terhadap program strategis nasional bisa pulih hanya dengan pergantian kepemimpinan?
Bagaimana nasib MBG jika krisis kepercayaan dibiarkan tanpa langkah tegas dan terukur?
Tekanan Publik Meningkat Saat Program MBG Diuji Transparansi dan Akuntabilitas
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah munculnya tekanan publik terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Respons Buruh Soal Program Makan Bergizi Gratis Saat May Day Picu Evaluasi Implementasi Pemerintah
Isu ini berkembang seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap program yang menyasar kebutuhan dasar dan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menegaskan bahwa keberlanjutan program harus menjadi prioritas utama di tengah dinamika kepercayaan publik yang sedang diuji.
Ia menyatakan bahwa MBG harus tetap berjalan sebagai program strategis nasional yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat luas.
Pernyataan Tegas Agus Sulistriyono Dorong Kepemimpinan Bertanggung Jawab Penuh
Agus Sulistriyono menilai bahwa kepemimpinan dalam Badan Gizi Nasional (BGN) perlu menunjukkan sikap legowo apabila situasi menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja.
Menurutnya, langkah mundur dari jabatan dapat menjadi bagian dari tanggung jawab moral untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Jika diperlukan, Kepala BGN dan jajarannya harus legowo mundur demi mengembalikan kepercayaan publik,” ujar Agus Sulistriyono dalam artikel di laman resmi Azoelis.com.