finansial

IHSG Terendah Lima Tahun, Mengapa Investor Global Mulai Menjauhi Pasar Saham Indonesia Saat Ini?

Kamis, 4 Juni 2026 | 11:37 WIB
Layar perdagangan saham menampilkan pelemahan IHSG yang menyentuh level terendah lima tahun di tengah tekanan rupiah dan arus keluar modal asing. (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • IHSG anjlok hampir 5 persen dan menyentuh level terendah lima tahun di tengah tekanan rupiah serta arus keluar modal asing.
  • Investor global mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen aman, memperbesar tekanan pada pasar saham Indonesia.
  • Pasar mulai mencermati kredibilitas kebijakan dan tata kelola sebagai faktor penting dalam keputusan investasi jangka panjang.

BISNISNEWS.COM - Apakah anjloknya IHSG hingga hampir 5 persen hanya gejolak sesaat, atau sinyal bahwa investor global mulai mempertanyakan arah ekonomi Indonesia?

Mengapa pasar saham domestik menjadi salah satu yang terlemah di dunia ketika banyak negara berkembang justru mampu bertahan dari tekanan global?

IHSG Terjun Ke Titik Terendah Lima Tahun, Pasar Soroti Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan Rabu (3/6/2026) setelah sempat merosot hampir 5 persen dan menyentuh posisi terendah dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Menkeu Ungkap Strategi Jaga Fondasi Ekonomi Saat Ancaman Global Kian Menguat pada Tahun 2026

Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan jatuhnya nilai tukar rupiah yang menembus level sekitar Rp17.900 per Dolar AS sehingga memicu aksi jual di berbagai sektor saham.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham bergerak di zona merah sementara investor asing masih mencatatkan arus keluar dana dari pasar domestik.

Kondisi itu menempatkan pasar saham Indonesia sebagai salah satu yang berkinerja paling lemah dibandingkan sejumlah bursa utama dunia pada hari yang sama.

Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot, Kejaksaan Agung Selidiki Dugaan Jual Beli Dapur MBG dan Tata Kelola BGN

Investor Global Mulai Mengalihkan Dana ke Aset Aman

Pengamat pasar modal menilai tekanan terhadap IHSG tidak terlepas dari perubahan strategi investor global yang sedang mengurangi aset berisiko.

Ketidakpastian ekonomi global mendorong pelaku pasar memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman dibandingkan saham.

Pelemahan IHSG disebabkan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman.

Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Tekanan Pasar Global Kini Semakin Mengkhawatirkan Investor

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terlihat di sejumlah pasar negara berkembang lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini