Langkah tersebut juga dipandang sebagai strategi geopolitik untuk memperluas pengaruh ekonomi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Dampak Kebijakan Terhadap Perdagangan Global dan Negara Berkembang Lainnya
Kebijakan ini berpotensi mengubah arus perdagangan global dengan meningkatkan peran Afrika sebagai pemasok komoditas utama.
Negara berkembang lain, termasuk di Asia dan Amerika Latin, diperkirakan akan memperhatikan kebijakan serupa sebagai strategi peningkatan ekspor.
Namun, analis menilai keberhasilan kebijakan ini tetap bergantung pada kapasitas produksi dan infrastruktur negara-negara Afrika.
Latar Belakang Hubungan Dagang Tiongkok Afrika dan Tren Kerja Sama Ekonomi
Kebijakan tarif nol persen itu diperluas dari tadinya hanya diberlakukan bagi 33 negara negara-negara Afrika kurang berkembang (LDC).
Berdasarkan pidato Presiden China Xi Jinping pada 5 September 2024 di Beijing dalam Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC).
Dalam beberapa dekade terakhir, Tiongkok telah meningkatkan investasi di Afrika melalui proyek infrastruktur dan energi berskala besar.
Menurut laporan media resmi, perdagangan Tiongkok-Afrika terus tumbuh dan mencapai ratusan miliar Dolar AS dalam beberapa tahun terakhir.
Kebijakan tarif nol persen ini menjadi kelanjutan dari komitmen jangka panjang Tiongkok dalam mendukung pembangunan ekonomi Afrika.****