infrastruktur

AHY Resmi Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Fokus Baru Infrastruktur Era Prabowo Dimulai

Selasa, 2 Juni 2026 | 05:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Perpres Nomor 29 Tahun 2026. Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, (Facebook.com @Agus Yudhoyono)

“Dengan Peraturan Presiden ini dibentuk Komite Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung yang selanjutnya disebut sebagai Komite,” demikian ketentuan yang tertuang dalam beleid terbaru tersebut.

Baca Juga: BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Mudahkan Transaksi Valas Masyarakat Indonesia

Penunjukan AHY dinilai penting karena proyek Whoosh memasuki fase baru setelah beroperasi sejak Oktober 2023 dan menjadi bagian agenda penguatan konektivitas nasional.

Pengembangan Kereta Cepat Hingga Surabaya Masuk Agenda Pemerintah

Sebelumnya, AHY mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap pengembangan jaringan kereta cepat hingga Surabaya di Jawa Timur.

Pengembangan tersebut masih berada pada tahap kajian dengan mempertimbangkan aspek teknis, pembiayaan, dan kesiapan lahan.

Baca Juga: Mengapa Rupiah Terus Melemah Saat Inflasi Terkendali, Ini Penjelasan Ekonom Mengenai Kondisi Ekonomi

Latar belakang itu membuat posisi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi semakin strategis karena berkaitan dengan arah pembangunan transportasi nasional jangka panjang.

Whoosh Menjadi Simbol Konektivitas Dan Mobilitas Masyarakat Modern

Data operasional menunjukkan layanan Whoosh terus mencatat pertumbuhan pengguna sejak beroperasi untuk masyarakat umum.

Selama libur panjang Mei 2026, layanan tersebut mengangkut sekitar 95.001 penumpang dengan rata-rata 20 ribu pengguna per hari.

Baca Juga: Dolar AS Dekati Rp18.000, Tekanan Rupiah Bikin Pelaku Usaha Nasional Mulai Tingkatkan Kewaspadaan Finansial

Dengan perubahan kepemimpinan komite, pemerintah kini menghadapi tantangan menjaga keberlanjutan pembiayaan sekaligus memperluas manfaat infrastruktur kereta cepat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.****

Halaman:

Tags

Terkini