finansial

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Dampak Besar ke Rupiah, Investasi, dan Kredit Global

Jumat, 1 Mei 2026 | 08:08 WIB
Ketua The Fed Jerome Powell memberikan sinyal kebijakan moneter yang masih ketat bagi ekonomi dunia. (Facebook.com @Jerome Powell)

Bagi investor, arah kebijakan ini menjadi sinyal penting dalam menentukan strategi investasi, terutama pada instrumen obligasi dan saham berbasis pasar berkembang.

Transisi Kepemimpinan Powell dan Arah Kebijakan The Fed Berikutnya

Masa jabatan Ketua The Fed, Jerome Powell yang mendekati akhir menambah dimensi penting dalam keputusan kebijakan moneter saat ini.

Baca Juga: Bos Danantara Ungkap Penutupan 167 BUMN Tanpa PHK, Fokus Efisiensi dan Konsolidasi Korporasi Nasional

Pasar menilai keputusan mempertahankan suku bunga juga bertujuan menjaga kesinambungan kebijakan sebelum transisi kepemimpinan di bank sentral tersebut.

Ketidakpastian terkait pengganti Powell berpotensi menjadi faktor baru yang akan memengaruhi ekspektasi pasar dalam jangka menengah.

Latar Belakang Kebijakan Suku Bunga Tinggi Sejak Krisis Inflasi Global

Sejak lonjakan inflasi pascapandemi COVID-19, Federal Reserve secara agresif menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Respons Cepat Prabowo Usai Laporan Dasco, Anggaran Rp4 Triliun Perbaikan Perlintasan Kereta Disiapkan Pemerintah

Langkah ini diambil untuk menekan inflasi yang sempat mencapai puncaknya di atas target, sekaligus menjaga kredibilitas kebijakan moneter di mata pasar global.

Menurut laporan, keputusan terbaru ini menjadi bagian dari fase penyesuaian akhir sebelum kemungkinan perubahan arah kebijakan pada periode berikutnya.****

Halaman:

Tags

Terkini