BISNISNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan percepatan eksekusi kebijakan investasi agar tidak terhambat regulasi berbelit, demi standar OECD.
Rosan Perkasa Roeslani menyebut potensi investasi dari Jepang mendekati Dolar AS 30 miliar, Korea Selatan 10 miliar, dan Tiongkok tetap tinggi.
“Pertek juga harus dievaluasi, jika menghambat tidak perlu ada,” kata Rosan usai bertemu Presiden di Istana Negara, Selasa (21/4/2026).
Tren positif investasi sejalan dengan target nasional Rp13.000 triliun periode 2025–2029. (Budipur).**